SETU BABAKAN MENJADI CAGAR BUDAYA BETAWI
Memiliki luas 30 hektar dan memiliki kedalaman sekitar 1-5 meter membuat tempat itu ramai dikunjungi wisatawan, tak hanya menjadi tempat rekreasi tetapi Setu Babakan memiliki cerita Sejarah nih sobat… Mau tau cerita Sejarah Setu Babakan yuk simak artikel berikut!
DKI JAKARTA yang dulunya dikenal dengan sebutan Batavia
merupakan pusat perekonomian dan pusat pemerintahan pada zaman kolonial Belanda
yaitu pada abad ke-15. Karena itu pula banyak Masyarakat yang berasal dari luar
Jakarta seperti masyarakat Jawa, Bugis, Sunda, Makasar yang datang untuk
mendapatkan keuntungan demi merubah nasib mereka. Batavia dahulu di penuhi oleh
rawa-rawa, namun sayangnya rawa-rawa itu sengaja dikeringkan oleh kolonial
Belanda dan beralih fungsi sebagai tempat pemukiman.
Setu Babakan atau Situ Babakan adalah suatu cagar
budaya yang terletak di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Situ berarti 'danau' dalam bahasa Sunda, sedangkan babakan berarti
'kampung baru' dan memang desa Situ Babakan diapit oleh tiga buah danau. Setu
Babakan merupakan danau buatan yang aliran airnya berasal dari aliran Sungai
Ciluwung disekitar Setu Babakan. Setu babakan menjadi cagar budaya Betawi
karena sulit untuk menemukan perkampungan Betawi yang ada di Jakarta dan itu
tertulis dalam SK Gubernur NO. 9 Tahun 2000.
Kawasan Setu Babakan dapat membantu mereka untuk menjaga
kelestarian budaya mereka terlebih lagi masyarakat etnis Betawi dibantu dan
didukung oleh pemerintah DKI Jakarta. Potensi sumber daya alam di Setu Babakan
dapat dijadikan sebagai objek wisata air karena dengan keadaan lingkungan dan
suasana yang mendukung seperti pemandangan Setu dan sekelilingnya yang indah
nan asri, banyaknya pepohonan yang rindang membuat udara menjadi sejuk dan
tidak pengap, serta kondisi perairan yang bersih, tidak bau, dan juga aman
karena disekeliling danau tersebut dibuat pagar batu yang berfungsi untuk
mencegah anak-anak yang pergi menuju danau sendirian tanpa bimbingan orang tua
karena terlepas dari pengawasan orang tua. Banyak juga Masyarakat yang
melakukan kegiatan memancing karna sudah
terdapat pemancingan umum, terbukti dengan banyaknya wisatawan atau pengunjung
yang memancing di sekitar Setu Babakan.
Setu Babakan tak hanya danau melaikan ada museum yang dapat
kalian kunjungi yaitu Museum Betawi Setu Babakan yang resmi dibuka pada 30 Juli 2017. Museum Betawi Setu Babakan memamerkan koleksi yang terbagi menjadi 3 galeri, yaitu
Galeri Pengantin Betawi, Galeri Ikon Budaya Betawi, dan Galeri Rumah Orang
Betawi. Untuk museumnya sendiri kalian tidak perlu mengeluarkan uang untuk
membeli tiket masuk karena gratis dan museum buka setiap hari terkecuali hari
senin pukul 09.00 WIB -15.00 WIB.
Kalian juga dapat menikmati jajanan khas Betawi seperti Kerak telor, toge goreng, es selendang mayang dan masih banyak lagi.
Kebudayaan Betawi, asli dari Jakarta, dijaga kelestariannya
melalui inisiatif pemerintah dengan pembuatan Cagar Budaya Betawi. Awalnya
berlokasi di Condet, namun modernisasi menggesernya. Akhirnya, Cagar Budaya
dipindahkan ke Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, untuk menjaga
keaslian dan keasrian budaya Betawi tanpa tercampur dengan modernisasi.
Dikelola oleh Pemerintah Daerah dan penduduk lokal, Setu Babakan menjadi tempat
yang aman, tentram, dan layak dikunjungi. Selain itu, menyediakan berbagai fasilitas
untuk dinikmati oleh pengunjung dari seluruh Indonesia. Artikel ini bertujuan
agar pembaca memahami sejarah, fungsi, dan manfaat Setu Babakan sebagai objek
sejarah lokal di Jakarta.
Komentar
Posting Komentar